MAKAM BUKONG

Peninggalan Makam Suku Dayak tradisional sebutan masyarakat setempat adalah BUKONG karena prosesi pemakaman mayit orang dewasa sewaktu dikuburkan dalam tanah seperti layaknya penguburan biasa, kemudian diatas kuburannya bukan ditanam batu nisan/salib melainkan berupa patung penduduk setempat menyebutnya EMPAGUK kemudian dibuat rumah-rumahan yang dilengkapi pentelasi dan pintunya, apabila meninggal masih anak-anak/bayi mayitnya dikuburkan dalam batang kayu besar yang masih berdiri tegak dengan cara membuat lubang seukuran mayit tersebut kemudian dimasukan dan ditutup kembali.
Tradisi tersebut hingga sekarang masih dibudayakan di dusun Sebabas desa Sebabas 59,85 km dari ibu kota Kabupaten Sekadau dan 9 km dari ibu kota Kecamatan Nanga Mahap untuk menuju ke lokasi tersebut dapat menggunakan kendaraan roda empat hanya sampai di Kecamatan Nanga Mahap sedangkan menuju ke lokasi hanya dapat ditempuh menggunakan kendaraan roda dua.
Tradisi tersebut hingga sekarang masih dibudayakan di dusun Sebabas desa Sebabas 59,85 km dari ibu kota Kabupaten Sekadau dan 9 km dari ibu kota Kecamatan Nanga Mahap untuk menuju ke lokasi tersebut dapat menggunakan kendaraan roda empat hanya sampai di Kecamatan Nanga Mahap sedangkan menuju ke lokasi hanya dapat ditempuh menggunakan kendaraan roda dua.
BATU NUAK
Wisata Batu Nuak adalah tempat rekreasi terbuka untuk umum yang terletak kurang lebih 37 km dari ibu kota Kabupaten Sekadau, jika kita menuju ke lokasi dari kota sekadau menggunakan kendaraan roda empat sampai di kecamatan nanga taman langsung menuju tugu CIDAYU (Cina Dayak Melayu) langsung belok kiri, dari tempat ini kita tidak bisa menggunakan kendaraan roda empat melainkan hanya dapat dilalui roda dua kuang lebih 20 menit (7 km) sampailah kita menjumpai kampung Nuak, menuju lokasi kita harus membayar karcis masuk Rp 3000/1 motor kurang lebih 10 menit menggunakan sepeda motor sampailah kita ke lokasi wisata Batu NuakMAKAM RAJA SEKADAU
Ini adalah sejumlah makam tua peninggalan para raja sekadau dulu yang hingga sekarang tidak terawat lagi, namun sejak sekadau dmekarkan menjadi kabupaten baru tahun 2003 hingga kini sudah ada sedikit perhatiabudayan pemda terhadap aset budaya daerah diantaranya makam-makam raja dan hulu balangnya itu menandakan bahwa di sekadau dahulu pernah ada pemerintahan yang dikepalai seorang raja.






0 komentar:
Posting Komentar